Langsung ke konten utama

Puisi Tentang Syurga

Itu semua tidak lain adalah gelora yang membara untuk mendapatkannya

Tidak ada yang menandinginya dan Tuhan Maha Tahu akan hamba-hambaNya

Kendati dipagari dari jangkauan kita dengan segala hal yang tidak menyenangkan,

dan diselimuti dengan hal-hal yang menyakitkan dan menyedihkan jiwa

Demi Allah betapa bahagianya dikumpulkan di dalamnya,

dengan berbagai macam kenikmatan yang bisa dinikmati
 

Demi Allah, betapa nikmat hidup di kemah-kemahnya, di taman-tamannya,

dan berjalan-jalan di dalamnya dengan senyum riang

Demi Allah, betapa indah lembahnya, tempat mendapatkan tambahan

bagi tamu-tamu khusus, jika Anda termasuk di antara mereka

Di lembah tersebut, rasa rindu bergemuruh, sang kekasih melihat

bahwa rasa rindu ini mendapatkan kemenangan

Demi Allah, betapa bahagianya para kekasih, ketika Allah

mengajak mereka berdialog dan member ucapan selamat kepada mereka

Demi Allah, betapa sejuknya mata melihat wajah Allah dengan jelas,

tidak ada gunung yang menutupinya, dan mata pun tidak bosan memandangNya

Duhai pandangan yang membuat wajah berseri-seri,

segalanya aman setelah itu, dan sang kekasih pun terhibur

Demi Allah, betapa banyaknya kebaikan jika Dia tersenyum,

untukNya cahaya di pagi hari bersinar

Duhai, betapa nikmatnya memandang kepadaNya jika Dia datang,

dan betapa indah suaraNya jika Dia berbicara

Duhai betapa pemalunya ranting yang basah ketika ia bergoyang,

betapa pemalunya dua fajar ketika dia mengulum senyum

Jika hati Anda sakit hati karena cinta kepadaNya

maka Dia pasti tiba di tempat Anda dengan obat di tangan

Anda lihat pesona wajahNya jika ia memperlihatkan diri kepada Anda

seluruh organ tubuh terasa senang dan dia pun mendapatkan kenikmatan dengannya

Mata terasa takjub ketika ia (syurga) kelihatan,

berbagai macam buah-buahan dengan berbagai cita rasanya yang tidak pernah habis

Tandan dari anggur dan apel syurga,

delima di mana di dahan-dahannya terdapat isi yang sangat lezat

Bunga-bunga didekatkan di pipinya,

(bagaikan) khamr yang diletakkan di mulut

Inagtlah kepada Ar-Rahman wahai wara para pelamar huurun ‘iin,

jika Anda menginginkannya maka inilah waktu maharnya telah datang

Puasalah Anda pada besok pagi, barangkali dengan begitu

Anda meraih ‘Idul Fithri pada saat seluruh manusia diperintah berpuasa

Majulah, dan jangan puas dengan kehidupan yang penuh kesengsaraan ini

karena sesungguhnya orang yang tidak bangkit, maka tidak selamat dengan semua kesenangan

Mari kite berjalan menuju syurga-syurga ‘And,

karena ia adalah tempat tinggal kita pertama dan di dalamnya terdapat banyak kemah-kemah

Tragisnya kita tertawan oleh musuh,

duhai dapatkah kita kembali ke tempat kita semula dengan selamat?

Mereka mengatakan bahwa jika orang asing dideportasi,

dan dijauhkan dari tanah airnya, maka ia rugi besar

Duhai adakah keterasingan yang melebihi keterasingan kita?

Musuh-musuh kita telah banyak berkorban untuk berkuasa!

Mati kita berjalan menuju pasar,

di dalamnya orang-orang yang tercinta bertemu dengan orang yang telah dikenalnya

Apa yang Anda inginkan, maka silakan ambil dengan gratis,

karena pegadangnya telah meminjaminya dan menyerahkannya

Mari kite berjalan kepada hari penambahan

hari itu adalah hari berkunjung kepada Pemilik ‘Arasy,

dan hari itu adalah musimnya

Mari kita menuju lembah, di dalamnya terdapat rumah yang luas,

dan tanahnya lebih harum dari kesturi

Ia adalah mimbar dari cahaya di sana dengan lapang,

dan tanahnya lebih harum dari kesturi

Bukit dari kesturi yang dijadikan kursi-kursi,

Orang-orang selain pemilik mimbar tersebut pun tahu hal ini

Ketika mereka sedang menikmati kebahagiaannya,

dan rezki mengucur kepada mereka dan dibagikan kepada mereka

Tiba-tiba mereka berada pada sinar yang berkilauan,

dengan seantero syurga terang benderang dan tidak terbayangkan keindahannya,

Tuhan langit menampakkan diri kepada mereka dengan jelas

Ia tersenyum di atas langit dan berfirman,

salam sejahtera atas kalian,

mereka semua mendengar ucapan salam-Nya ketika Ia mengucapkan salam

Ia berfirman, mintalah kepadaKu apa saja yang kalian inginkan,

karena semua yang kalian inginkan ada padaKu dan Akulah Pemberi Rahmat

Mereka mengatkan bahwa kami menginginkan keridhaan,

maka Engkaulah Pemilik Segala Keridhaan dan Engkaulah Pemberi Rahmat

Lalu Ia mengabulkan permintaan mereka dan mereka semua menyaksikannya,

Allah MahaTinggi dan Maha Mulia

Wahai orang yang menjual ini semua dengan harga yang murah dan tergesa-gesa,

sepertinya Anda tidak tahu, nanti Anda pasti tahu

Jika Anda tidak tahu, maka ini adalah kerugian besar,

kalaupun Anda tahu, maka sesungguhnya kerugian itu lebih besar lagi.

[Tamasya Ke Syurga, Ibnul Qayyim Al-Jauziyah, Darul Falah Jakarta, 1425 H] 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Makan Di Gandasari

To All Muslim Binusian : Jangan makan di warung gorengan GandaSari, yang deket golden bowl! Barusan saya makan di sana, terus ngelihat asisten yang jual nuang sesuatu yang terbakar pada saat dituang. Lalu saya tanya, itu apa? Dia jawab pelan2, takut dimarah sama bosnya. Lalu jawabannya apa coba? Jawabannya :: Ang ciu (arak merah)! Saya yang saat itu sedang makan capcay di sana, langsung kaget & tidak berselera makan... capcay yang sisa beberapa suap lagi saya tinggalkan begitu saja (setelah membayar sebelumnya)... !@!@*&^*&@!^*&!@*^& Allaahummaghfirlii... Padahal saya dari dulu percaya sama dia karena jual masakan Indonesia, karena dia mengaku muslim (dan logikanya juga gk masak2 yg haram)... padahal saya dari dulu ninggalin warung sebelahnya (Dapur Mahasiswa, yang pakai AC itu) karena warung sebelahnya jelas2 pakai Ang Ciu (pelayannya saya tanya juga waktu itu). Tapi masih mending dapur mahasiswa, dia bilang terus terang dari awal. Terus dia nawarin, untuk saya gk ...

Sayap Terindah

jika seseorang mencintai wanita pilihannya maka ia harus setia mendengar setiap keluhannya memberi masukan ketika ia minta memberikan dukungannya ketika ia membutuhkan dan memberikannya sayap ketika ia kan terbang ... ketika kau ingin terbang menggapai cita2mu tugasku lah untuk mempersiapkan sepasang sayap terindah sehingga kau dapat menari diantara lukisan pelangi dan melihat dari atas sana merah dan hitamnya ummat ini sehingga ku harap hatimu kan tergerak tuk berbuat untuk mereka ... juga untukku ... ps: di atas quotenya Mario Teguh + quote Kang Ridha + quote saya, digabungin :) pps : posting ini ditulis gara2 hasil curhat sama kang Ridha, Fajar dan Amri. Baarakallahu fiikum, uhibbukum fillaah, :)

Test New Post