Hari ini tanggal 14 Februari 2007. Kampus saya sedang ramai-ramainya merayakan perayaan yang saya rasa semua orang mengenalnya, minimal mendengarnya, yaitu Valentine.
Entah perayaan ini sebuah adat (tradisi) atau perayaan yang bersifat seremonial keagamaan, saya kurang tahu pasti. Apapun itu, yang jelas saya tidak merayakannya. Alasannya simple : kalau ini hanya sebuah adat maka saya tidak merasa berkepentingan merayakannya, dan kalau ini seremoni keagamaan agama tertentu maka saya tidak juga boleh merayakannya (dan juga tidak boleh mengganggunya).
Yah, itu alasan utama. Alasan lainnya (1) harga coklat mahal, sayang uang + (2) saya termasuk kalangan JoJoBa, Jomblo-Jomblo-"Bahagia" --> "bahagia"-nya saya beri tanda kutip karena saya kurang percaya kalau ada orang yang bahagia dengan menjomblo.
Kembali ke awal masalah ::
Sekarang tanggal 14 Februari, untuk saya tidak ada yang spesial, dan tidak ada yang dirayakan. Tapi mendengar angka 14 tiba-tiba teringat dengan sesuatu yang unik berkaitan dengan tanggal 14 :: yaitu tanggal 14 Januari 2007, ada rapat DKM AF SMAN 3 Bandung. Saya pribadi tidak bisa ikut dalam rapat tersebut karena sedang persiapan UAS Semester 3, hanya saja saya mendengar berita tentang apa2 saja yang dibicarakan pada rapat tersebut dan itulah yang membuat "ada kesan tersendiri" tentang rapat tersebut. Memang apa sih? Jawabnya :: Biro Jodoh!
Pertama dengar berita tentang hal itu, agak kaget. "Wah yang bener? Masak rapat DKMAF ngomong begituan?" Antara percaya & enggak percaya, saya ngobrol2 sama ikhwan2 lain yang datang ke rapat tersebut, hasilnya : beritanya shahih. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah... (senyum sambil menutup wajah dengan telapak tangan)
Jujur saja, saya kaget saat dengar ada usul seperti itu.... Pendapat pribadi, saya setuju2 saja kalau memang mau diadakan BJ untuk anak2 DKMAF. Mungkin bakal ada beberapa orang yang butuh untuk layanan BJ tersebut suatu saat (mungkin saya / anda yang sedang membaca). Tapi setujunya saya dengan syarat :: BJ-nya bener2 dikelola dengan baik (oleh yang professional & berpengalaman), bisa menjaga adab2 syar'i, seleksi dulu yang mendaftar (serius & siapkah?), dan beberapa syarat lainnya.
Secara umum saya setuju, tapi saya rasa kalau dalam waktu dekat sih, belum waktunya. Masih ada hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian lebih dari keluarga besar DKMAF dibanding masalah yang satu ini. Masalah dakwah di SMA yang sepertinya makin berat (SMAN 3 makin kacau), masalah profesionalisme pengurus, masalah a, masalah b, dan berbagai masalah lainnya yang lebih layak mendapat prioritas lebih dari keluarga besar DKM AF. Lagipula anak2 DKM AF masih SMA, sepertinya masih jauh dari perlunya biroJodoh2-an. Kata orang, "perjalanan masih jauh". [berjalan ke mana?]. Oke, beberapa orang mungkin bisa dikecualikan, tapi secara umum memang masih jauh.
Jadi pada akhirnya pendapat Saya sama dengan kesimpulan yang diambil pada pertemuan 14 Januari kemarin. Intinya :: Belum saatnya. Hanya saja ada tambahannya :: Belum saatnya berlaku jika tujuan diadakannya adalah anak2 DKMAF yang aktif. Tapi kalau tujuannya bagi para alumni DKMAF, itu lain urusan. Kalau yang ini, saya setuju2 saja... [ehm, setuju bukan berarti akan mendaftar]
Apapun itu, memang mau tidak mau masalah jodoh2an ini hal yang pasti akan terfikirkan oleh kita semua, ikhwan maupun akhwat. Jadi, tidak ada salahnya bila memang terfikirkan. Tapi ada yang seharusnya lebih menjadi fikiran kita semua :: apa yang telah kita persiapkan untuk hal ini? (bila memang nanti waktunya). Sudahkah kita berusaha agar bisa lebih baik & lebih siap? Kalau belum bersiaplah, kalau sudah perbanyaklah!
Untuk yang akhwat, yang paling dilihat ikhwan (secara umum) adalah akhlaq antum. Jika Karenanya perindahlah dari sekarang.
Untuk yang ikhwan, antum (& Saya) akan menanggung tanggung jawab yang besar. Dua yang paling besar, yaitu memimpin RT + menafkahi keluarga. Untuk masalah kepemimpinan, tentu antum perlu belajar ttg bagaimana-bagaimananya, terutama belajar ilmu syar'i ttg kekeluargaan (karena fungsi kepemimpinannya bukan hanya mengatur2 ini-itu, tapi juga menuntun keluarga). Untuk yang masalah nafaqah, ya antum optimalkan potensi antum dari sekarang. Berhubung masih pada kuliah, perbaguslah track record antum selama kuliah. Supaya nanti kalau sudah lulus mudah "jalannya". Dan kalau sudah bekerja (walau part time seperti Saya) perbagus juga performance di tempat kerja antum.
Dengan mempersiapkan semuanya dari sekarang, insyaaAllah kalau memang tiba waktunya nanti kita akan benar2 siap (entah kapan). Persiapkan dari sekarang, terutama kualitas akhlaq & ke-istiqamah-an antum. Dua hal ini (akhlaq dan keistiqamahan), selain memiliki pahala yang besar di sisi Allah juga memiliki pengaruh yang besar di dalam hati manusia...
Faham yang saya maksud? [Saya harap faham]. Baiklah, untuk jaga2 bisi ada yang tidak faham, Saya akan contohkan bagaimana efek yang saya rasakan dari ke-shalihan & kemuliaan akhlaq seorang anggota DKMAF yang saya kenal ::
[DKMAF 2005, nama & gender rahasia. Menghindari riya' & fitnah. Terakhir bertemu beliau sekitar agustus 2006, pada acara daurah syar'iyyah di Lembang, diawali pelukan hangat & diakhiri jabat tangan perpisahan]
Seorang anggota DKMAF yang sangat istiqamah dalam kesehariannya. Beliau salah satu sahabat karib saya yang sangat memberi kesan di hati. Beliau seorang yang sangat mencintai & menjalankan sunnah & menjauhi bid'ah2. Dalam keseharian beliau selalu mengamalkan ilmu2 yang beliau ketahui. Rajin menghafal & membaca qur'an, mempelajari bahasa arab, pecinta ilmu2 syar'i. Sebagai tambahan :: Siimaahu fi wujuuhihi min atsaris sujuud -> terdapat tanda pada dahinya dari bekas sujud. Walau bekas sujud tidak bisa dijadikan ukuran pasti ttg keshalihan seseorang, tapi sedikit banyak ini adalah tanda bagaimana ta'atnya beliau kepada Allah. Kalau dahi saya hitam itu karena alas sujudnya kasar, tapi kalau beliau pasti karena banyak & panjangnya sujud beliau.
Anggap beliau yang saya ceritakan adalah memiliki gender berlainan dengan antum. Nah, pertanyaan saya ::
Bagaimana bila antum mendapat "hadiah" dari Allah dengan seseorang yang seperti beliau, istiqamah & shalih? Akankah antum tolak? Tentu tidak mungkin. Bagaimana mungkin antum akan menolak seorang ikhwan/akhwat yang shalih/ah & istiqamah, sedangkan orang seperti beliau ini jarang didapatkan?
.......
begitulah kira2 penjelasan dengan contoh mengenai maksud "akhlaq dan keistiqamahan, selain memiliki pahala yang besar di sisi Allah juga memiliki pengaruh yang besar di dalam hati manusia" yang saya sebut2 di atas. nah, sekarang antum sudah faham kan? insyaaAllah =)
Tapi ingat, ini bukan ngajarin riya’. jangan beramal & berakhlaq baik karena ingin dilihat makhluk, atau cari muka dan semacamnya. Kalau mau mencari muka, cari muka di hadapanNya. Hanya saja, insyaaAllah apapun (segala macam) ibadah yang antum lakukan (dan berakhlaq mulia termasuk ibadah) insyaaAllah ada ganjarannya di sisi Allah, dan ada untungnya pula bagi kehidupan di dunia. Allahu A’lam.
Peringatan :: saya tidak menyebut nama2 maupun gender tertentu dalam contoh di atas. Harap jangan menerka2 sendiri yang akhirnya mengakibatkan su'udzhan maupun fitnah (fitnah = ujian).
yaa, saya rasa cukup segini saja dulu postingan-nya.
Kalau ada komentar, silakan dipost ke blog ini.
Mudah2an ada yang dapat mengambil manfaat dari postingan saya ini.
Wallahu A'lam. Wa akhiiru da'waanaa :: 'anil hamdu liLlaahi rabbil 'aalamiin.
*Oiya, satu lagi :: postingan ini tidak bermaksud untuk mengutak-atik keputusan apapun yang terjadi pada rapat kemarin. Sekedar mengutarakan pendapat pribadi.
Entah perayaan ini sebuah adat (tradisi) atau perayaan yang bersifat seremonial keagamaan, saya kurang tahu pasti. Apapun itu, yang jelas saya tidak merayakannya. Alasannya simple : kalau ini hanya sebuah adat maka saya tidak merasa berkepentingan merayakannya, dan kalau ini seremoni keagamaan agama tertentu maka saya tidak juga boleh merayakannya (dan juga tidak boleh mengganggunya).
Yah, itu alasan utama. Alasan lainnya (1) harga coklat mahal, sayang uang + (2) saya termasuk kalangan JoJoBa, Jomblo-Jomblo-"Bahagia" --> "bahagia"-nya saya beri tanda kutip karena saya kurang percaya kalau ada orang yang bahagia dengan menjomblo.
Kembali ke awal masalah ::
Sekarang tanggal 14 Februari, untuk saya tidak ada yang spesial, dan tidak ada yang dirayakan. Tapi mendengar angka 14 tiba-tiba teringat dengan sesuatu yang unik berkaitan dengan tanggal 14 :: yaitu tanggal 14 Januari 2007, ada rapat DKM AF SMAN 3 Bandung. Saya pribadi tidak bisa ikut dalam rapat tersebut karena sedang persiapan UAS Semester 3, hanya saja saya mendengar berita tentang apa2 saja yang dibicarakan pada rapat tersebut dan itulah yang membuat "ada kesan tersendiri" tentang rapat tersebut. Memang apa sih? Jawabnya :: Biro Jodoh!
Pertama dengar berita tentang hal itu, agak kaget. "Wah yang bener? Masak rapat DKMAF ngomong begituan?" Antara percaya & enggak percaya, saya ngobrol2 sama ikhwan2 lain yang datang ke rapat tersebut, hasilnya : beritanya shahih. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah... (senyum sambil menutup wajah dengan telapak tangan)
Jujur saja, saya kaget saat dengar ada usul seperti itu.... Pendapat pribadi, saya setuju2 saja kalau memang mau diadakan BJ untuk anak2 DKMAF. Mungkin bakal ada beberapa orang yang butuh untuk layanan BJ tersebut suatu saat (mungkin saya / anda yang sedang membaca). Tapi setujunya saya dengan syarat :: BJ-nya bener2 dikelola dengan baik (oleh yang professional & berpengalaman), bisa menjaga adab2 syar'i, seleksi dulu yang mendaftar (serius & siapkah?), dan beberapa syarat lainnya.
Secara umum saya setuju, tapi saya rasa kalau dalam waktu dekat sih, belum waktunya. Masih ada hal-hal lain yang perlu mendapat perhatian lebih dari keluarga besar DKMAF dibanding masalah yang satu ini. Masalah dakwah di SMA yang sepertinya makin berat (SMAN 3 makin kacau), masalah profesionalisme pengurus, masalah a, masalah b, dan berbagai masalah lainnya yang lebih layak mendapat prioritas lebih dari keluarga besar DKM AF. Lagipula anak2 DKM AF masih SMA, sepertinya masih jauh dari perlunya biroJodoh2-an. Kata orang, "perjalanan masih jauh". [berjalan ke mana?]. Oke, beberapa orang mungkin bisa dikecualikan, tapi secara umum memang masih jauh.
Jadi pada akhirnya pendapat Saya sama dengan kesimpulan yang diambil pada pertemuan 14 Januari kemarin. Intinya :: Belum saatnya. Hanya saja ada tambahannya :: Belum saatnya berlaku jika tujuan diadakannya adalah anak2 DKMAF yang aktif. Tapi kalau tujuannya bagi para alumni DKMAF, itu lain urusan. Kalau yang ini, saya setuju2 saja... [ehm, setuju bukan berarti akan mendaftar]
Apapun itu, memang mau tidak mau masalah jodoh2an ini hal yang pasti akan terfikirkan oleh kita semua, ikhwan maupun akhwat. Jadi, tidak ada salahnya bila memang terfikirkan. Tapi ada yang seharusnya lebih menjadi fikiran kita semua :: apa yang telah kita persiapkan untuk hal ini? (bila memang nanti waktunya). Sudahkah kita berusaha agar bisa lebih baik & lebih siap? Kalau belum bersiaplah, kalau sudah perbanyaklah!
Untuk yang akhwat, yang paling dilihat ikhwan (secara umum) adalah akhlaq antum. Jika Karenanya perindahlah dari sekarang.
Untuk yang ikhwan, antum (& Saya) akan menanggung tanggung jawab yang besar. Dua yang paling besar, yaitu memimpin RT + menafkahi keluarga. Untuk masalah kepemimpinan, tentu antum perlu belajar ttg bagaimana-bagaimananya, terutama belajar ilmu syar'i ttg kekeluargaan (karena fungsi kepemimpinannya bukan hanya mengatur2 ini-itu, tapi juga menuntun keluarga). Untuk yang masalah nafaqah, ya antum optimalkan potensi antum dari sekarang. Berhubung masih pada kuliah, perbaguslah track record antum selama kuliah. Supaya nanti kalau sudah lulus mudah "jalannya". Dan kalau sudah bekerja (walau part time seperti Saya) perbagus juga performance di tempat kerja antum.
Dengan mempersiapkan semuanya dari sekarang, insyaaAllah kalau memang tiba waktunya nanti kita akan benar2 siap (entah kapan). Persiapkan dari sekarang, terutama kualitas akhlaq & ke-istiqamah-an antum. Dua hal ini (akhlaq dan keistiqamahan), selain memiliki pahala yang besar di sisi Allah juga memiliki pengaruh yang besar di dalam hati manusia...
Faham yang saya maksud? [Saya harap faham]. Baiklah, untuk jaga2 bisi ada yang tidak faham, Saya akan contohkan bagaimana efek yang saya rasakan dari ke-shalihan & kemuliaan akhlaq seorang anggota DKMAF yang saya kenal ::
[DKMAF 2005, nama & gender rahasia. Menghindari riya' & fitnah. Terakhir bertemu beliau sekitar agustus 2006, pada acara daurah syar'iyyah di Lembang, diawali pelukan hangat & diakhiri jabat tangan perpisahan]
Seorang anggota DKMAF yang sangat istiqamah dalam kesehariannya. Beliau salah satu sahabat karib saya yang sangat memberi kesan di hati. Beliau seorang yang sangat mencintai & menjalankan sunnah & menjauhi bid'ah2. Dalam keseharian beliau selalu mengamalkan ilmu2 yang beliau ketahui. Rajin menghafal & membaca qur'an, mempelajari bahasa arab, pecinta ilmu2 syar'i. Sebagai tambahan :: Siimaahu fi wujuuhihi min atsaris sujuud -> terdapat tanda pada dahinya dari bekas sujud. Walau bekas sujud tidak bisa dijadikan ukuran pasti ttg keshalihan seseorang, tapi sedikit banyak ini adalah tanda bagaimana ta'atnya beliau kepada Allah. Kalau dahi saya hitam itu karena alas sujudnya kasar, tapi kalau beliau pasti karena banyak & panjangnya sujud beliau.
Anggap beliau yang saya ceritakan adalah memiliki gender berlainan dengan antum. Nah, pertanyaan saya ::
Bagaimana bila antum mendapat "hadiah" dari Allah dengan seseorang yang seperti beliau, istiqamah & shalih? Akankah antum tolak? Tentu tidak mungkin. Bagaimana mungkin antum akan menolak seorang ikhwan/akhwat yang shalih/ah & istiqamah, sedangkan orang seperti beliau ini jarang didapatkan?
.......
begitulah kira2 penjelasan dengan contoh mengenai maksud "akhlaq dan keistiqamahan, selain memiliki pahala yang besar di sisi Allah juga memiliki pengaruh yang besar di dalam hati manusia" yang saya sebut2 di atas. nah, sekarang antum sudah faham kan? insyaaAllah =)
Tapi ingat, ini bukan ngajarin riya’. jangan beramal & berakhlaq baik karena ingin dilihat makhluk, atau cari muka dan semacamnya. Kalau mau mencari muka, cari muka di hadapanNya. Hanya saja, insyaaAllah apapun (segala macam) ibadah yang antum lakukan (dan berakhlaq mulia termasuk ibadah) insyaaAllah ada ganjarannya di sisi Allah, dan ada untungnya pula bagi kehidupan di dunia. Allahu A’lam.
Peringatan :: saya tidak menyebut nama2 maupun gender tertentu dalam contoh di atas. Harap jangan menerka2 sendiri yang akhirnya mengakibatkan su'udzhan maupun fitnah (fitnah = ujian).
yaa, saya rasa cukup segini saja dulu postingan-nya.
Kalau ada komentar, silakan dipost ke blog ini.
Mudah2an ada yang dapat mengambil manfaat dari postingan saya ini.
Wallahu A'lam. Wa akhiiru da'waanaa :: 'anil hamdu liLlaahi rabbil 'aalamiin.
*Oiya, satu lagi :: postingan ini tidak bermaksud untuk mengutak-atik keputusan apapun yang terjadi pada rapat kemarin. Sekedar mengutarakan pendapat pribadi.
Komentar